TRIBUTE TO PEARL JAM

Sejatinya tribute adalah sebuah persembahan. Sesajian terhadap seseorang atau sesuatu yang dipuja atau berjasa terhadap kelangsungan hidup kita semua. Dalam hal musik tribute adalah sebuah sesajian dan penghormatan berupa menyanyikan lagu band atau penyanyi yang dihormati itu karena pengaruhnya dalam skena musik daerah yang bersangkutan.

Kali ini Houtenhand dan MalangSubPop pada hari Minggu 16 september 2012 mempersembahkan sebuah tribute kepada salah satu band yang berpengaruh di era 90an, yang bisa dikatakan salah satu Grunge Gods yang ada di United States di masanya dan mungkin sampai sekarang, yaitu Pearl Jam.

Dimulai jam 8 pada poster, namun molor sampai jam setengah sembilan karena beberapa personel band belum lengkap bukan merupakan kekurangan acara ini namun advantage tersendiri bagi teman-teman yang terlambat seperti saya ini.

Dimulai dengan band Confusion Bitch dengan mengkover lagu Immortality dari album Vitalogy kemudian dilanjutkan dua lagu sendiri, mampu memanaskan starting point dari tribute ini. Kemudian disusul Scarred Face, dengan versi noisy mereka, terlihat pada lagu kedua mereka beberapa audiens merangsek ke depan berebut mikrofon untuk sing along. Dilanjutkan Titik Koma yang mendera kita dengan distorsi nikmat minus bass namun tetap bertaring. Vokal Fritz yang raw and honest membakar Houtenhand lebih jauh lagi, suasana semakin memanas dengan adanya stage diving. Motherwish adalah talent selanjutnya yang makin memanaskan suasana tribute ini, membawakan full cover dari Pearl Jam dan kemudian datanglah tower bir berjalan memberi siraman rohani kepada audiens dan bandmates di stage. Bleach Sweater, kemudian melanjutkan tribute ke taraf selanjutnya, dengan personil dari berbagai band yang ada malam itu tak membuat power band yang “sepuh” di skena grunge Malang ini kekurangan power. Maman tetap bernyanyi powerful dan berkharisma di stage yang intim dan tanpa batas antara audience dan band ini. Terakhir ditutup dengan kejutan penampilan band Better Man, yang juga gaek di Malang ini, spesialis lagu – lagu Pearl Jam.

Suasana semakin liar, stage diving mulai merajalela di sepanjang sesi mereka, bahkan ada yang kehilangan sandal pun tidak peduli, lantai basah dengan bir dan peluh orang orang yang memenuhi lantai dua Houtenhand di daerah kayutangan itu. Acara ditutup di jam 12 dan lagu Why Go masih terngiang di telinga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *